GTI Sulut Terima Aduan Masyarkat Terkait Gelar Doktor Palsu Staff Khusus Bupati Boltim

Manado – terkait salah satu staff khusus Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Garda Tipikor Indonesia (GTI) Sulawesi Utara (Sulut) menerima aduan dari masyarakat bahwa gelar doktor (S3) staff khusus Boltim adalah palsu.

“Kami terima aduan masyarakat yang menyampaikan bahwa salah satu staff khusus Bupati Boltim menggunakan gelar doktor palsu,” kata Ketua GTI Sulut, Risat Sanger, Senin (07/06/2021).

Risat menambahkan bahwa, GTI Sulut bakal menyurati BupatI Boltim untuk mempertanyakan soal kebenaran aduan tersebut.

“GTI akan segera menyurati Bupati Boltim terkait persoalan ini. Apalagi ijazah yang bersangkutan pasti ada saat dilibatkan menjadi staff khusus,” ujarnya

GTI sendiri sudah menelusuri melalui pangkalan data Dikti, namun nama staff khusus tersebut terdaftar sebagai Mahasiswa program Doktor di Surabaya dan belum lulus.

Baca juga:  Dugaan Kriminalisasi, Tokoh Pers Nasional Albert Kuhon Dipastikan Advokasi Panitia SC Konferda PWI Sulut

“Bila ijazah S3 tersebut asli, pastinya akan terdaftar, sedangkan ini tidak ada. Dengan menggunakan gelar doktor pembohongan publik, dia tidak bisa menyelesaikan tugas bupati terkait keahlian atau tidak punya kompetensi melakukan asistensi renstra misalkan dengan kompetensi yang tak memadai. Kalau begini, arah kebijakan bupati di 100 hari ini jadi diragukan,” pungkasnya. (Afr)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Speed News Manado di saluran WHATSAPP