
MINSEL – Terkait pemasangan baliho yang terpampang didepan SMKN 1 Amurang yang tidak menyertakan Bupati Minahasa Selatan CEP, menuai banyak kritik dari sejumblah kalangan.
Sebut saja Karel H Lakoy, seorang tokoh masyarakat pemerhati pemerintahan pada kesempatan Jumat (08/09/17) berkesempatan di wawancara media ini beliau mengatakan, ” Bupati Minahasa Selatan Christiany E Paruntu SE,adalah top eksekutive sęta pemimpin kabupaten ini,jadi pemasangan baliho itu merupakan bagian dari pelecehan. “Tukas Lakoi.
Menurut Lakoi, walaupun ini cuma sebatas baliho, namun ini menyangkut hubungan pemerintah baik provinsi maupun kabupaten kota. Biasa nya untuk penempatan baliho apapun kegiatanya harus disertakan bupati Minsel sebagai kepala pemerintahan yang ada di daerah tempat penyelenggaraan kegiatan.
Lagi kata Lakoi, Kepsek sudah melakukan kesalahan mendasar, tentu nya kadis pendidikan Prov Sulut sebagai yuser harus mengambil sikap tegas atas apa yang sudah dilakukan Kepsek tersebut.
Hal senada dikatakan Kepala bagian Humas dan Protokol Pemkab Minsel Henri Palit SH,dihadapan para Wartawan mengatakan, dirinya sangat menyayangkan kejadian tersebut yang seakan tak menghargai Kepala Daerah. “Walaupun hanya foto pada baliho tetapi Bupati Tetty juga adala Kepala Daerah, namun kita harus tahu menempatkan posisi yang sebenarnya. Diakuinya, memang SMA dan SMK ada diranah Pemprov Sulut namun bukan berarti tak menghargai Bupati Tetty Paruntu sebagai Kepala Daerah yang ada di Kabupaten Minsel. Palit berharap agar di kemudian hari tak terulang lagi kejadian serupa. Saat di mintai klarifikasi Kepsek SMK.N.I Amurang Dra. Dientje Sumendap, MAP sulit ditemui.
(Hezky)


