
MERASA Diterlantarkan pasca tempat tinggal mereka digusur oleh Pemerintah Provinsi Sulut, warga Kayuwatu Kecamatan Mapanget datangi dan teriakan aspirasi di halaman Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (SULUT), Kamis (09/11/17) siang tadi.
Pantauan media ini, puluhan warga Kayuwatu menuntut hak mereka, karena sejak digusur sangat dirasakan kesengsaraan dan ketidakadilan oleh sejumlah 100 Kepalla Keluarga (KK) didalamnya ada sekitar 500 jiwa.
“Sampai saat ini kami minta hak kami, sejak di gusur sampai saat ini kami tidak punya tempat tinggal. Tidak ada bantuan-bantuan dari pemerintah. Kami ini warga Sulut, katanya Sulut Hebat, ternyata tidak sama sekali,” teriak salah satu warga.
Warga yang di pimpin langsung oleh Presiden LSM Gerakan Indonesia Bersih (KIBAR) Andreas Lasut mengatakan, seharusnya masalah sosial ini bisa teratasi, jika keperluan dari masyarakat seharusnya harus terealisasikan.
” Ada 100 KK yang berkisaran 500 orang ini membutuhkan tempat tinggal di saat di gusur, perlu juga obat-obat dan makanan. Tapi pemerintah tidak ada hati sama sekali, tidak ada keadilan yang mereka rasakan,”tutur andreas.
Sementara Retno, Sekretaris Jendral KIBAR mengatakan, seharusnya slogan Sulut Hebat harus Hebat daalam hal seperti ini paling tidak memperhatikan warga sulut yang terlantar.
“Sulut Hebat tapi membiarkan Rakyat menderita dan terlantar, ternyatta hanya slogan saja,”tandas Retno.
Kristovorus Decky Palinggi (KDP) selaku wakil ketua Komisi I DPRD Prov Sulut, saat menerima keluhan dari warga kayuwatu mengatakan, seharusnya untuk ini menyurati ke DPRD agar bisa mendapat titik temu, DPRD ini hanya menampung Aspirasi bukan untuk mengambil keputusan.
“Menyuratilah dulu nanti kami akan memanggil instansi terkait, untuk di adakan hearing agar dapat titik temunya,”singkat KDP.
(Friska)


