
DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), memanggil pihak PT PLN Suluttenggo untuk membicarakan terkait pemadaman listrik yang tidak bertahan dalam rapat dengar pendapat (hearing).
Hearing antara Komisi Komisi III DPRD SULUT bersama PT PLN Suluttenggo, dilaksanakan di ruang rapat Komisi, Rabu (22/11/17).
Komisi III DPRD Sulut Joudy Moniaga menegaskan agar PLN harus lebih tingkatkan kinerja, dalam pelayanan listrik.
“Kami menilai kinerja pihak PLN tidak maksimal hanya begitu-begitu saja, tidak ada titik temu untuk setiap kali mendapat masalah pemadaman Listrik. Dan ini semuanya imbasnya kepada DPRD Sulut, “tandas Moniaga.
Lanjutnya, pihaknya sebagai mitra kerja PLN Suluttenggo sudah bosan, untuk terus memanggil hearing kepada PLN karena masalah pemadaman Listrik terus dilakukan.
” Kami sebenarnya sudah jengkel dengan memanggil hearing pihak PT PLN, karena soal pelayanan dari PT PLN. Karena setiap terjadi pemadaman listrik kami yang kena duluan, kami yang di kejar masyarakat. Selama ini kita mendapat pengeluhan dari masyarakat sudah tidak bisa dihitung soal PLN. Dan kita wakil rakyat selalu meminta klarifikasi dan penjelasan dari PLN jawabannya itu-itu saja. Hanya tanya jawab, tanya jawab begitu seterusnya. Belum ada tindakan final “pungkas Moniaga.
Ditambahkan Moniaga, soal ketidak mampuan dari pihak PT PLN yang hanya mempunyai jabatan, tapi tidak bekerja maksimal sesuai jabatan yang ada itu sama artinya tidak memiliki rasa tanggung jawab.
“kalian hanya pegang jawaban atau hanya terima, kalau tidak mampu mundur saja. Berani mengambil jabatan, berarti berani menerima tanggung jawab soal masalah pemadaman yang masih saja terus terjadi dan dilakukan PT PLN,” tegas Moniaga.
moniaga juga mengusulkan terkait kinerja PLN, sebaiknya harus dilanjutkan atau di lapor ke pusat.
“Saya menyarankan DPRD terlebih Komisi III untuk memberikan rekomendasi dan sikap politik kita, kepada pemerintah pusat terkait kinerja PLN,” usulan.
Selain itu pihak PT PLN Suluttenggo mengatakan, masalah pemadaman listrik yang masih terus terjadi diakui pihak PT PLN Suluttenggo, disebabkan faktor teknis dan non teknis.
“Masalah cuaca ekstrem dan pemangkasan pohon menjadi masalah teknis. Selain itu ada juga perbaikan-perbaikan jaringan. Sedangkan masalah non teknis yang terjadi bisa saja karena ada sabotase,” ujar Sugeng Hidayat selaku Manager Area Penyaluran dan Pengatur Beban (AP2B) PT PLN Suluttenggo.
(ika)


