
PERMASALAHAN kemacetan menjadi teror bagi masyarakat masyarakat di kota manado, butuh sinergitas dari semua pihak dalam mengatasinya.
Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Adriana Dondokambey meminta Dinas Perhubungan Provinsi Sulut jangan diam saja mengenai kemacetan di Ibu Kota Provinsi Sulut.
Hal ini diungkapkan Adriana Dondokambey dalam rapat pembahasan APBD 2018 bersama Dishub Provinsi Sulut, Senin (13/11/17).
“Manado sebagai ibukota Sulut sedang dilanda kemacetan parah setiap hari. Dishub jangan diam saja, tapi harus punya solusi agar kemacetan dapat terurai,” kata Dondokambey.
Dondokambey juga mengharapkan ada program-program di Dishub provinsi pada tahun anggaran 2018 nanti, yang berkaitan dengan penanganan kemacetan di Manado.
Terkait hal tersebut, Kepala Dishub Provinsi Joy Oroh mengatakan, bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dishub dan Polresta Manado.
“Kami akan rapat dalam waktu dekat ini, dan membicarakan penanganan lalu lintas jelang Natal. Mengingat, di momen itu, masyarakat dari Minahasa, Tomohon, Minsel dan kabupaten/kota lainnya akan memadati kota Manado,” ungkap dia.
Ditambahkan Oroh, berbagai solusi kemacetan akan dibicarakan dalam rapat nantinya. Mulai dari pembagian jalur, hingga pembukaan jalur di jalan-jalan/lorong yang menghubungkan jalan Sam Ratulangi dan jalan Piere Tendean (Boulevard).
“Saat ini, Pemerintah sedang mengupayakan pembangunan jalan alternatif, seperti outer ring road III (Kalasey-Winangun) untuk mengurangi kemacetan di wilayah Winangun (Citraland) dan Malalayang. Tapi itu kan untuk jalur-jalur di pinggiran kota. Untuk dalam kota sendiri kemungkinan akan dimanfaatkan jalan-jalan yang menghubungkan jalan Sam Ratulangi dengan jalan Piere Tendean (Boulevard),” tambah Oroh.
Soal perubahan dan pengaturan jalur dikatakan Orob, pihaknya menyerahkandi sepenuhnya kepada Polresta Manado.
Seperti diketahui, setiap harinya masyarakat Kota Manado bergelut dengan kemacetan yang kian parah. Titik-titik kemacetan yang harus dihadapi masyarakat, antara lain jalan Martadinata (patung kuda), jalan Wolter Monginsidi (Malalayang), Boulevard, Zero Point dan Winangun Citraland.
(ika)


