TOMOHON – Wawali SAS berharap pelayanan perijinan satu atap pekan depan berjalan normal artinya penyelenggaraan pelayanan ini untuk meningkatkan kualitas layanan publik, memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk memperoleh pelayanan publik. Pelayanan perijinan satu atap Pemkot Tomohon sudah beroperasi.
Hanya saja, yang didapati Wakil Wali Kota Tomohon Syerly Adelyn Sompotan (SAS) masih begitu banyak kekurangan. Sebut saja, tenaga teknis SKPD yang idealnya sudah menempati meja pelayanan kantor satu atap, tapi terpantau belum terisi. Kondisi tersebut pun menjadi perhatian Wawali SAS ketika melakukan kunjungan di kantor pelayanan perijinan tersebut.
Dijelaskan Wawali enerjik inti penyelenggaraan pelayanan satu atap agar proses pengelolaannya mulai dari tahap permohonan sampai ketahap terbitnya dokumen dilayani di sati tempat, tanpa harus keluar masuk kantor SKPD terkait.
Artinya, lanjut Wawali SAS penyelenggaraan pelayanan ini untuk meningkatkan kualitas layanan publik, memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk memperoleh pelayanan publik. “Sedangkan sasaran dari penyelenggaraan pelayanan satu atap agar terwujudnya pelayanan publik yang cepat, murah, mudah, transparan, pasti dan terjangkau serta meningkatkan hak-hak masyarakat terhadap pelayanan publik,” jelas Wawali SAS.
Lanjutnya, jika tenaga teknis tidak berada di tempat atau meja yang disiapkan di kantor satu atap ini, bagaimana pelayanan bisa maksimal? “Saya harap pekan ini bisa ada pembenahan agar pekan depan pelayanan sudah bisa berjalan normal,” ujar Wawali SAS.
Dia memang memaklumi kondisi tersebut berhubung, kantor pelayanan perijinan Tomohon baru saja pindah kantor. “Iya benar baru pindah, tapi pelayanan perijinan berkaitan erat dengan investasi dan pertumbuhan ekonomi di kota Tomohon. Jadi, pelayanan juga harus jalan,” terang Wawali.
Staf ahli Pemkot Tomohon Albert Tulus dan pejabat kantor satu atap yang mendampingi Wawali pun menjanjikan, pelayanan perijinan akan dimaksimalkan. “Pekan depan semua tenaga teknis sudah ada dan pastinya pelayanan perijinan tidak lagi harus ke skpd-skpd,” tandas mantan Plt Sekkot Tomohon ini. (denny)

