
MANADO – Kelurahan Sario Utara, Kecamatan Sario, Kota Manado, menjalani tahapan krusial dalam ajang kompetisi kelurahan berprestasi setelah menerima kunjungan Tim Penjaringan Tingkat Provinsi Sulawesi Utara pada Senin (15/06/26).
Kegiatan ini merupakan bagian dari proses seleksi ketat untuk menentukan wakil daerah yang akan berlaga di ajang tingkat nasional yang diinisiasi oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Tim penjaringan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sulawesi Utara, Novita Lumintang, bersama jajaran tim penilai lintas perangkat daerah serta unsur Tim Penggerak PKK Provinsi Sulut. Kedatangan tim disambut hangat oleh perwakilan Wali Kota Manado,
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Manado, Ketua TP-PKK Kota Manado Irene Angouw Pinontoan, Kepala Dinas Sosial Kota Manado Dra. Lenda Pelealu, jajaran Kecamatan Sario, unsur TNI–Polri, serta tokoh masyarakat setempat termasuk LPM, Karang Taruna, Posyandu, dan tokoh agama.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas PMD Provinsi Sulut, Novita Lumintang, menegaskan bahwa evaluasi tahun ini memiliki paradigma baru.
Pelaksanaan tidak lagi sekadar lomba administratif belaka, melainkan proses penjaringan yang menitikberatkan pada kualitas tata kelola pemerintahan dan dampak riilnya terhadap kehidupan masyarakat.
“Tujuan utama kegiatan ini bukan hanya mendapatkan nilai tinggi atau menjadi wakil ke tingkat nasional, tetapi bagaimana pelayanan publik di kelurahan benar-benar berkelanjutan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Lumintang.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara telah menyampaikan mekanisme dan persyaratan pelaksanaan sejak Februari 2026, memberikan waktu cukup bagi kabupaten/kota untuk mempersiapkan peserta secara optimal.
Tim penilai tidak hanya memeriksa kelengkapan dokumen, tetapi juga melakukan verifikasi lapangan (on-the-spot) untuk memastikan seluruh data dan inovasi yang dipaparkan benar-benar berjalan dan dirasakan langsung oleh warga.
Indikator penilaian mengacu pada petunjuk teknis Kemendagri yang mencakup tiga bidang utama: pemerintahan, kewilayahan, dan kemasyarakatan.
Lumintang juga menekankan pentingnya transformasi pelayanan publik yang adaptif terhadap era digital, serta peran kelembagaan seperti PKK, Posyandu, LPM, dan Karang Taruna dalam mendukung efektivitas program pembangunan. Tema penjaringan tahun ini mengusung semangat “Transformasi Desa dan Kelurahan sebagai Pilar Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045.”
Sekretaris Daerah Kota Manado, yang hadir mewakili Wali Kota Andrei Angouw menyampaikan apresiasi atas kepercayaan provinsi memilih Manado sebagai lokasi penilaian.
Ia mengungkapkan bahwa pengalaman tahun sebelumnya menjadi modal berharga, di mana pada 2025, Kelurahan Molas berhasil meraih prestasi di tingkat provinsi dan mempresentasikan potensinya di forum nasional.
Tahun ini, Pemkot Manado memilih Kelurahan Sario Utara karena karakter wilayahnya yang unik dan strategis.
“Kelurahan Sario Utara berada di kawasan pusat kota dengan dominasi fasilitas publik dan aktivitas masyarakat yang tinggi. Ini menjadi representasi bagaimana tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik dijalankan di wilayah perkotaan yang padat,” kata Sekda.
Ia menjelaskan bahwa Sario Utara tidak hanya melayani kebutuhan administrasi, tetapi juga menopang aktivitas publik melalui keberadaan fasilitas umum, kawasan olahraga, dan pusat layanan pemerintahan.
Sekda juga menyoroti indikator keberlanjutan pelayanan, termasuk kemampuan kelurahan merespons persoalan krusial seperti penanganan banjir dan penguatan ketahanan sosial.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Manado juga memperkenalkan arah kebijakan yang diperkuat di tingkat kelurahan, antara lain dukungan terhadap program nasional Koperasi Merah Putih, penguatan Posyandu terintegrasi, serta peningkatan partisipasi TP-PKK dalam pembangunan berbasis masyarakat.
Melalui proses penjaringan ini, Pemerintah Kota Manado berharap Kelurahan Sario Utara dapat tampil maksimal. Keberhasilan sebuah kelurahan, menurut Sekda, tidak hanya diukur dari trofi lomba, tetapi dari kemampuan menghadirkan pelayanan yang konsisten dan mendorong peningkatan kesejahteraan warga.
Dengan persiapan matang dan dukungan penuh dari berbagai elemen masyarakat, Kelurahan Sario Utara kini bersiap membuktikan diri sebagai contoh praktik tata kelola pemerintahan kelurahan yang efektif, kolaboratif, dan berkelanjutan, serta berpotensi besar membawa nama Sulawesi Utara bersaing di kancah nasional. (*)


