
MITRA – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Ponosakan Indah Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara Sulut diduga melakukan aktivitas ilegal dengan menjual BBM Bersubsidi jenis solar dan pertalite kepada konsumen yang menggunakan mobil pick up penuh dengan galon yang kemudian galon-galon tersebut diisi dengan BBM Bersubsidi.
SPBU yang diduga milik dari orang nomor satu di Minahasa Tenggara ini bahkan melakukan hal yang tidak terpuji kepada wartawan saat melakukan investigasi terkait aktivitas ilegal tersebut.
Kronologisnya, saat kedua wartawan tersebut hendak menuju Bolaang Mongondow Timur (Boltim).
Saat melintas di SPBU tersebut, kedua wartawan mendapati ada aktivitas yang mencurigakan saat pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi jenis Solar dan pertalite, Rabu (0t/03/26) sekitar Pukul 03.00.
Merasa curiga, Tim Media Investigasi mencoba menyambangi operator SPBU dan menanyakan aktifitas pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diduga menyalahi aturan.
Dilokasi SPBU tersebut tim mendapati salah satu mobil jenis pick berwarna hitam dengan Nomor Polisi DB 8185 JC sedang mengisi BBM jenis Pertalite/Solar dengan menggunakan beberapa galon.
Awak media mencoba menanyakan dan meminta untuk memperlihatkan surat rekomendasi dari Dinas Kelautan namun, setelah diperiksa ternyata suratnya sudah habis masa berlakunya sejak 25 Desember 2025.
“Kami pun mengambalikan surat Rekom dan hanya memotret surat tersebut yang sudah kadaluarsa sebagai bukti yang bersangkutan sudah menyalahi aturan Migas,” ujar salah satu tim media investigasi.
Saat awak media mau meninggalkan lokasi SPBU tiba-tiba terdengar suara teriakan “Kase Mati Lampu SPBU Jo”
Namanya, setelah lampu dimatikan segerombolan orang yang tidak dikenal menghajar kedua wartawan tersebut sampai baju salah satu Awak Media robek dan penuh darah karena hidung dan bibir pecah kena pukulan. Selang Sekitar 10 menit lampu SPBU dinyalakan tapi pengeroyokan sudah terjadi.
Langkah cepat langsung diambil pihak Polsek Belang, wartawan tersebut langsung di bawa ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan, selanjutnya membuat laporan atas penganiayaan tersebut.
Kapolsek Belang saat di konfirmasi, menyampaikan telah mendengar kejadian penganiayaan kepada Awak Media dan akan mendalami terlebih dahulu laporan kasus ini.
Masyarakat berharap Aparat Penegak Hukum (APH) segera bertindak tegas dan jangan pandang bulu karena kalau hanya didiamkan saja dampaknya para mafia BBM Bersubsidi akan terus gentayangan. (*)

