
TOMOHON – Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman, SE.Ak, CA, jajaran Pemerintah Kota Tomohon bersama FKUB dan BKSAUA memberikan penghiburan atas meninggalnya Pastor Stefanus Langitan, Pr. yang dilaksanakan di Gereja Katolik Paroki Roh Kudus Tomohon, Jumat (20/03/20).
Ibadah yang dipimpin Ketua BPMW Tomohon III Pdt. Gretty Rampisela Lomboan, MTh ini dihadiri Pastor Paroki Roh Kudus Tomohon Pastor Hadi Ignatius Untu, Pr, Keluarga, Umat, serta DPP Paroki Roh Kudus Tomohon.
“Saya atas nama pribadi, keluarga bahkan pemerintah dan masyarakat Kota Tomohon menyampaikan turut berdukacita yang sedalam dalamnya atas meninggalnya Pastor Stevanus Langitan, Pr,” ungkap Eman.
Lanjut kata Eman, peristiwa ini sungguh telah menghentak dan menggetarkan, terlebih bagi saya selaku Walikota Tomohon yang mendapatkan berita dukacita ini.
“Kepergian almarhum yang terkasih, memberikan rasa dukacita yang mendalam ditengah jajaran pemerintah dan masyarakat Kota Tomohon. Dengan berbagai karya indah, pengabdian serta pelayanan yang telah almarhum berikan semasa hidupnya,” ujar Pnt Jimmy Eman.
Tentu telah memberikan gambaran kepada kita tentang semangat juang almarhum dalam memberi diri untuk melayani masyarakat terlebih kepada umat Katolik yang ada di Kota Tomohon, dengan tidak kenal lelah, pantang menyerah, dan perjuangan yang kokoh.
Dimana almarhum merupakan Pastor yang mengawali tahbisan diakon pada tanggal 27 juni 2009 di Seminari Tinggi Hati Kudus Yesus Pineleng dan tahun diakonal pada tahun 1998 di seminari Augustinianum Tomohon kemudian menerima tahbisan Imam pada tanggal 12 juni 2010 di Gereja Hati Tersuci Maria, Katedral Manado.
Dalam kesempatan ini, selaku Walikota Tomohon bersama segenap jajaran pemerintah dan masyarakat Kota Tomohon, menyampaikan rasa salut, rasa bangga yang disertai dengan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya, atas berbagai karya indah dan pengabdiannya yang tulus sebagai Pastor yang melayani penugasan pada 2012 – 2015 sebagai Pastor Paroki Fak-fak Keuskupan Manokwari – Sorong.
Selanjutnya tahun 2017 sampai 16 maret 2020 sebagai Pastor Paroki Roh Kudus Matani Tomohon. Dan sejak tahun 2019 sampai meninggal adalah sebagai Imam dan direktur dari Konggregasi Bruder Tujuh Dukacita.
“Dalam menjalani kehidupan sebagai seorang Pastor tentunya tugas tersebut bukanlah suatu hal yang mudah. Hal tersebut berdasarkan keinginan dan panggilan tuhan bagi orang-orang tertentu untuk hidup melayani Tuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, sebagai Pastor dituntut untuk fokus hanya bekerja bagi kemuliaan Tuhan,” tutur Eman. (redaksi)


