Pemkot Tomohon Persiapkan Pembangunan Museum di Taman Kota

Tomohon215 Dilihat
Wali Kota Jimmy Feidie Eman SE Ak saat menutup Kegiatan Penyusunan Kebijakan Budaya Lokal Daerah (foto : humas)

TOMOHON – Setiap Kota biasanya harus ada museum karena itu menunjukan identitas dan sejarah bagaimana suatu daerah kita berkembang.

Hal ini disampaikan Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman SE Ak saat menutup Penyusunan Kebijakan Budaya Lokal Daerah di Aula AAB Guest House, Jumat (3/11/17).

Sebelumnya, kata Eman Pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disparud) telah mengadakan pertemuan melalui FGD bersama-sama tokoh masyarakat dan tokoh budaya yang telah membicarakan secara komprehensif untuk persiapan bagaimana selayang pandang museum kedepan.

Lanjut Eman, Tomohon sejak dahulu telah dituliskan dalam beberapa catatan sejarah. Salah satunya terdapat dalam karya etnografis Pendeta N. Graafland yang ketika pada tanggal 14 Januari 1864 di atas kapal Queen Elisabeth, ia menuliskan tentang suatu negeri yang bernama Tomohon yang dikunjunginya pada sekitar tahun 1850.

Perkembangan peradaban dan dinamika penyelenggaraan pembangunan dan kemasyarakatan dari tahun ke tahun menjadikan Tomohon sebagai salah satu ibukota kecamatan di Kabupaten Minahasa, dan pada akhirnya dimekarkan menjadi Kota Tomohon.

“Diharapkan museum ini harus jalan dulu nantinya akan ada perubahan dan tambahan untuk saat ini lokasi yang dipilih yaitu di Taman Kota, kami akan mengakomodir masukan-masukan dari peserta mengenai kita mendandani isi dari museum tersebut,” ujar Eman.

Selain dari itupula terlepas dari Kota Tomohon yang juga dikenal relijius dan juga Kota bunga hal ini nantinya akan melekat sebagai label untuk ditampilkan. Dahulu para misioner-misioner melakukan pendekatan melalui pendidikan yaitu dengan menanam bunga sehingga saat ini boleh kita rasakan komoditi Krisan di Kota Tomohon telah menjadi unggulan di dunia sebab telah beradaptasi dengan iklim disini.

Itulah hal yang perlu diramu sehingga museum ini menjadi hal yang menarik sebab para wisatawan nantinya menyambangi museum ini memiliki cerita untuk dibawa pulang sehingga mereka berkerinduan kembali lagi pasti dengan membawa beberapa teman perjalanan.

“Museum ini juga saya berharap dapat menceritakan bagaimana pengalaman misionaris Graffland dan naturalis Alfred Russell Wallace selama berada di Tomohon,” ungkap Eman dengan harapan melalui pembangunan ini akan lebih melengkapi ciri khas suatu Kota yang memiliki menara, museum dan juga kedepan akan dibangun bangun pusat olahraga inilah salah satu program EMAS yaitu Akselerasi Pembangunan.

Tampak hadir Narasumber Pastor DR Paul Richard Renwarin Pr, Joudy Aray SPd, para Asisten Sekretaris Daerah Kota Tomohon, Inspektur Kota Tomohon Ir Djoike Karouw MSi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Kota Tomohon Ir Dolvin Karwur MKes MSi dan para peserta. (denny)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Speed News Manado di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *