Tradisi “Dumia Umbanua” Terus Dilestarikan Masyarakat Desa Laikit

Minahasa Utara961 Dilihat
Dumia Umbanua, Tradisi Bersih Kampung Desa Laikit

 

Minut – Adat budaya “Dumia Umbanua” atau acara adat  Bersih Kampung terus dilestarikan warga masyarakat Desa Laikit Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Masyarakat Desa Laikit menggelar upacara adat tersebut pada Jumat, 29 Januari 2021.

Ritual Dumia Umbanua di pimpin oleh Tonaas Sam Wantania, yang di mulai sejak pagi dengan menyembelih seekor babi dan diambil bagian hatinya, untuk dijadikan sebagai petunjuk, bagaimana keadaan kampung untuk kedepannya.

Usai ritual Dumia Umbanua dilanjutkan dengan ziarah ke kuburan Opo Ngangi yang berada di perkuburan Desa dan dilanjutkan dengan berkeliling kampung sambil mencipratkan air yang sudah didoakan agar warga masyarakat Desa Laikit pada tahun ini terbebas dari mara bahaya.
Kegiatan pun selesai berakhir di tugu Pasela Mbanu Daikit Tinani.

Hukum Tua (Kumtua) Desa Laikit Johana Ngangi mengatakan, “Upacara adat Ma’ator Manua dengan ritual Dumia Umbanua, ini merupakan kearifan lokal yang jarang ditemui di desa-desa lainnya. Tujuannya meminta permohonan kepada Tuhan agar di tahun yang baru ini mendapat berkat, perlindungan dan pertolongan dari Tuhan. Ini bukan menyembah berhala, bukan bertentangan dengan iman. Kita tetap utamakan Tuhan Allah”, ujar Hukum Tua (Kumtua) Desa Laikit Johana Ngangi menjelaskan.

Baca juga:  PSPD Nelayan di Likupang Dua Menjual BBM Bersubsidi Tanpa Meminta Surat Rekomendasi Yang Berlaku

Lanjutnya, “Setelah dilihat, ternyata hati babi tersebut bersih. Ini pertanda kampung atau desa kami kedepannya akan baik-baik saja, dimana dari bidang pertanian hasilnya akan baik dan pembangunannya lebih maju. Untuk itu, masyarakat Desa Laikit diminta untuk terus semangat bekerja bangun kampung, dengan membuka dan olah lahan pertanian. Bagi yang bekerja sebagai PNS, TNI/Polri untuk dapat meningkatkan kinerjanya,” jelas Hukum Tua (Kumtua) Desa Laikit Johana Ngangi.

Ditambahkannya, “Selain melihat petunjuk melalui ritual tersebut, petunjuk dari Tuhan itu yang utama. Untuk itu diminta kepada masyarakat Desa Laikit, harus taat dan takut akan Tuhan, taat pada pemerintah, baku-baku bae, baku-baku sayang, saling menghormati, jaga persatuan dan kesatuan sesama masyarakat Desa Laikit juga kepada Desa tetangga. 

Baca juga:  PSPD Nelayan di Likupang Dua Menjual BBM Bersubsidi Tanpa Meminta Surat Rekomendasi Yang Berlaku

Tiga desa bertetangga, masing-masing Laikit, Dimembe dan Matungkas adalah satu taranak, makanya ikatan persaudaraannya sangat erat”, tutur Hukum Tua (Kumtua) Desa Laikit Johana Ngangi menjelaskan.

Hadir pada kesempatan itu, Camat Dimembe Ansye Dengah SSos, Kapolsek Dimembe, Kumtua Dimembe Johanis Tuwaidan, Kumtua Laikit Johana Ngani Spd, anggota DPRD Minut Paulus Sundalangi, tokoh agama, tokoh masyarakat dan ormas dimana upacara adat ini tetap menggunakan protokol kesehatan.

(enol) 

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Speed News Manado di saluran WHATSAPP