Terkait Pencegahan Covid-19, Bupati Minsel Keluarkan Surat Edaran

Minahasa Selatan204 Dilihat

 

MINSEL – Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan lewat surat edaran bupati Dr Christiany Eugenia Paruntu SE, untuk mengupayakan pencegahan penyebaran Covid-19, karena sampai saat ini Kabupaten Minsel memiliki 13 Kasus.

 

Bupati DR.Christiany Eugenia Paruntu SE mengeluarkan surat edaran dengan nomor: 113/440/BMS-Dinkes/VI-2020, tertanggal 15 Juni 2020, terkait langkah pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Minahasa Selatan

 

1. Perlu dipahami bahwa benteng utama dalam pencegahan penyebaran Covid-19 adalah pola hidup dari masyarakat sendiri, maka dari itu diminta kepedulian, kerja sama, dan dukungan dari seluruh elemen pemerintah, swasta dan masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan mewujudkan prilaku hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, mewujud-nyatakan Social Distancing dan Physichal Distancing, serta senantiasa memberlakukan protokol kesehatan kapanpun dan dimanapun berada.

 

2. Kepada pemilik atau pengelola perkantoran pemerintah atau swasta dan tempat umum lainnya wajib menyediakan tempat cuci tangan berupa air mengalir, sabun dan Cairan Antiseptic atau Hand Sanitizer, serta rutin melakukan penyemprotan dengan menggunakan Disinfektan.

 

3. Adapun tempat wisata, game online, tempat bermain anak, hiburan malam, Sport Centre, (Fitnes Centre, Gym, dan lainnya) ataupun usaha sejenisnya agar ditutup untuk sementara waktu sampai dengan dikeluarkannya izin dan pemberitahuan resmi dari pemerintah.

 

4. Kepada para pelaku usaha warung, pemilik rumah makan, kedai, cafe yang ada di Minahasa Selatan untuk sementara waktu wajib mengarahkan para pengunjung dan pembeli untuk memesan makanan dan minuman dalam kemasan (take away/dibungkus), pesan antar, dan apabila pengunjung atau pembeli terpaksa makan ditempat, maka posisi duduk wajib diatur dan ditata sesuai protokol kesehatan yang berlaku.

 

5. Kepada seluruh masyarakat agar menggunakan waktu secara efektif dirumah dengan kegiatan-kegiatan kerohanian, berdoa bersama sesuai agama dan kepercayaan masing-masing serta melaksanakan berbagai kegiatan yang dapat menunjang kehidupan ekonomi keluarga dengan melaksanakan kegiatan UMKM, Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan lain sebagainya, diantaranya menanam bahan pangan dan apotek hidup dipekarangan rumah masing-masing dengah tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ditetapkan.

 

6. Untuk sementara waktu, selama masa penanganan penyebaran Covid-19, seluruh ritual kegiatan keagamaan masih dilaksanakan dirumah masing-masing sampai dengan dikeluarkannya izin dan pemberitahuan resmi dari pemerintah.

 

7. Seluruh aktivitas ekonomi dan non-ekonomi yang mengakibatkan pertemuan antar manusia wajib dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan, menggunakan masker, dan menjaga jarak aman, termasuk para pedagang, pelaku UMKM, dan pedagang kaki lima (PKL), dalam menjual barang dagangannya.

 

8.untuk sementara waktu seluruh masyaraakt dilarang untuk berkumpul tanpa izin dari pemerintah dan aparat keamanan setempat.

 

9. Apabila keadaan mendesak dan tidak dapat dihindari, kegiatan yang melibatkan banyak orang dilaksanakan dengan ketentuan wajib mengikuti prosedur pemerintah terkait pencegahan penyebaran Covid-19, tetap jaga jarak serta sebelumnya wajib melaporkan pelaksanaan kegiatan kepada pemerintah desa atau kelurahan dan juga kepolisian setempat.

 

10. Apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan himbauan resmi pemerintah, maka pihak berwajib akan melakukan tindakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Bupati berharap untuk dapat mengikuti anjuran pemerintah demi memutuskan mata rantai covid-19. (ever)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Speed News Manado di saluran WHATSAPP