
MINSEL – Kadis sosial Minahasa selatan Sofie Sumampouw membenarkan adanya penimbunan bantuan sembako milik Pemkab Minsel di dalam rumahnya.
Kepada media ini, Rabu (29/04/20) Sumampouw mengatakan bahwa dirinya sudah berkoordinasi dengan Kabid dan BPK untuk mencari tempat penyimpanan yang layak tetapi tidak dapat.
“Maka dari itu kami mengambil keputusan untuk di simpan di rumah saya dulu, setelah barangnya sudah turun semua, kami langsung menghubungi camat Amurang timur dan camat mengizinkan untuk desa-desa yang dekat seperti Lopana, Lalenos, Ritey, Maliku, Pinaling, Pondang dan Ranomea untuk mengambil bantuan tersebut dengan ada bukti baliho dan bukti permintaan desa,” terang Sumampouw.
Sumampouw menjelaskan, penimbunan bantuan sembako milik Pemkab Minsel tersebut memang benar, kenapa karena kedatangan 1 kendaraan truck yang bermuatan sembako tersebut datang pada sore hari dan Camat Amurang timur Veky Sagai tidak ada di kantor kecamatan dimana sebagaimana mestinya bantuan ini akan di turunkan di ruangan kantor tersebut.
Lanjut dikatakan, Pak camat ada di Desa Kota Menara saat kendaraan bantuan sembako milik Pemkab datang sore hari, maka daripada itu dirinya sebagai Kadis sosial bertanggung jawab akan hal tersebut untuk itu dirinya mengambil kebijakan untuk menyimpan saja bantuan ini di rumahnya agar supaya tidak akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Sumampouw mengatakan terkait apa yang dikatakan Wakil Ketua DPRD Minsel di medsos itu tidak benar karena saat dikunjungi Wakil Ketua DPRD Minsel Steven Lumowa dan anggota DPRD Frangky Lelengboto dirinya tidak berada di rumah. hanyaada pembantu, dan menurut pembantu para anggota dewan ini langsung mengambil gambar.
“Mereka datang tidak menghubungi saya, dan saya juga mau katakan bahwa mereka tidak punya etika, kalau orang mempunyai sopan santun harus tetap meminta izin kepada pemilik rumah dulu baru masuk,” terangnya.
Sebagai aparat pemerintah jangan menyakiti hati orang lain karena saat ini kita sedang menghadapi pandemi covid-19 marilah kita semua bergandeng tangan memohon kepada Tuhan agar dapat memulihkan Minsel terlebih untuk Indonesia yang kita cintai.
“Jangan saling menjelekkan, karena kami sudah membantu semaksimal mungkin untuk masyarakat, marilah kita bersatu untuk menghadapi virus ini, dan saya mau katakan kepada warga dan para anggota dewan yang terhormat kami tidak pernah mencuri 1 liter beras pun karena saya tahu bantuan tersebut untuk orang-orang yang sangat membutuhkan,” bebere Sumampouw dengan mencucurkan airmata.
Sumampouw menuturkan bahwa penyalurkan bantuan kepada pemerintah desa melalui data yang telah ada. “Penyaluran sembako ini sudah mengandeng pihak terkait TNI/POLRI dan juga inspektorat, jadi apa yang dikatakan oleh Wakil Ketua DPRD Bapak Steven Lumowa pada media sosial facebook adalah tidak betul,” tandasnya. (ever)


