
MANADO – Keresahan warga di Kota Manado di tengah krisis bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang kian langka muncul dugaan kuat adanya permainan mafia BBM di SPBU Kombos 74.952.13 yang berlokasi di jalan Arie Lasut Kota Manado.
Aktivitas mencurigakan yang telah berlangsung lama itu diduga seolah dibiarkan tanpa tindakan tegas dari aparat penegak hukum, terutama dari pihak Polres setempat.
Warga kerap menyaksikan antrean panjang kendaraan truk tangki dan jerigen-jerigen besar yang diisi solar dalam jumlah yang tidak wajar.
Tak sedikit dari mereka yang diduga merupakan oknum pelaku penimbunan dan penyalur ilegal yang telah “bermain” lama di wilayah tersebut.
Ironisnya, praktik ini diduga kuat berlangsung terang-terangan, sejak pagi hari, seolah hukum tak berdaya di depan mata para mafia solar.
Sejumlah warga mengaku kecewa dengan Aparat Penegak Hukum(APH) yang dinilai hanya menjadi penonton.
Bukannya melakukan penyelidikan dan penindakan, aparat justru dianggap tutup mata dan telinga terhadap keluhan rakyat.
“Sudah sering kami laporkan,Tapi tetap saja sama, SPBU itu tetap saja melayani para penimbun. Kami yang masyarakat kecil ini malah tidak kebagian solar,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya, dengan nada kesal, Senin (20/06/26).
Ia menambahkan bahwa dugaan keterlibatan oknum aparat pun mulai mencuat ke permukaan.
Banyak warga menduga mungkin ada“setoran” dan permainan bawah meja antara pelaku mafia dan pihak tertentu, sehingga praktik kotor ini terus hidup tanpa halangan.
Warga menilai, jika aparat benar-benar serius, maka praktek semacam ini tak akan bertahan bertahun-tahun.
Aparat Penegak Hukum (APH) seharusnya melindungi rakyat, bukan malah membiarkan mafia BBM merajalela,” tulis salah satu warganet dengan nada geram.
Kolom komentar di berbagai unggahan sosial media penuh dengan hujatan pedas.
Banyak yang mengecam lemahnya pengawasan dan menuding Aparat Penegak Hukum (APH) gagal menjaga integritas hukum di wilayahnya.
“Kalau rakyat kecil ambil satu liter solar lebih, langsung disita. Tapi kalau mafia bawa jeriken puluhan, polisi diam saja,” tulissalah satu akun.
“Ini bukan lagi masalah BBM, ini masalah moral aparat!” sambung akun lain dengan nada tajam.
Gelombang tekanan publik kini mengarah ke dua pihak pengelola SPBU Kombos dan Polresta Manado,Warga mendesak agar dilakukan penyidikan terbuka, pemeriksaan internal, serta penindakan tegas terhadap semua pihak yang terlibat.
Maraknya mafia solar bukan hanya soal ekonomi, tetapi sudah menjadi luka sosial dan simbol ketidakadilan hukum.
SPBU Kombos kini menjadi sorotan tajam publik, dan citra aparat pun dipertaruhkan.
Jika tak segera ada langkah nyata, kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum akan runtuh sepenuhnya. (fik)


