
MINSEL – Praktik mafia Solar bersubsidi di Minahasa Selatan (Minsel) semakin merajalela. Di tengah jeritan masyarakat akibat kelangkaan dan tingginya harga bahan bakar, para pemain ilegal justru diduga mengeruk keuntung dari bisnis haram ini.
Salah satu aktor yang diduga sebagai pengendali bisnis haram ini dikenal dengan panggilan Mules sebagai penimbunan dan distribusi solar bersubsidi berjalan lancar tanpa hambatan.
Pantauan Media di lapangan, Selasa (30/06) ada mobil truck secara bergantian masuk ke SPBU untuk mengambil BBM bersubsidi lalu mengangkutnya ke lokasi penampungan.
Aktivitas ini jelas merugikan negara dan masyarakat. Namun, publik mempertanyakan sikap aparat penegak hukum (APH), khususnya Polres Minahasa Selatan yang seolah tidak berdaya memberantas mafia solar tersebut.
Hingga kini, tak ada tindakan tegas yang tampak meski praktik ilegal itu dilakukan terang-terangan.
“Kalau aparat benar-benar serius, mafia solar seperti ini tidak mungkin bisa beroperasi bebas. Pertanyaannya, ada apa dengan APH” ujar seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.
Bisnis gelap penimbunan BBM bersubsidi bukan hanya menyalahi aturan, tapi juga berpotensi mengganggu ketersediaan energi bagi masyarakat.
Pemerintah melalui Pertamina sudah berulang kali mengingatkan, namun tanpa tindakan nyata dari aparat, mafia solar dipastikan akan terus mengeruk keuntungan di atas penderitaan rakyat. (vik)


