
Minut – SDN 1 Airmadidi yang dikepalai Femy Adel Padoma, mulai kembali melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) pada Senin, 07 Maret 2022, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
“Berdasarkan Surat Edaran Nomor: 800/Disdik/254/III/2022 pada tanggal 4 Maret 2022 yang ditetapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan untuk ditujukan kepada seluruh Pimpinan PAUD, Kepala SD dan SMP se Kabupaten Minahasa Utara, maka kami SDN 1 Airmadidi dalam rangka pelaksanaan penerapan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), sudah mempersiapkan penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) sesuai ketentuan yang berlaku dengan protokol kesehatan, dengan kapasitas maksimal 50% dari 300 siswa.
SDN 1 Airmadidi sudah mempersiapkan sarana penunjang Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) seperti : air bersih lengkap dengan instalasinya, sarana cuci tangan dengan sabun, alat ukur suhu tubuh, alat penyemprotan disinfektan, sarung tangan sekali pakai, P3K , Face Shield dan masker, juga mengatur alur masuk dan keluar peserta didik, siswa selesai mengikuti Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) langsung pulang, penerapan jaga jarak physical distancing, poster edukasi 3M atau informasi pencegahan covid-19 di sekolah, ruang UKS, memastikan kesehatan guru dan tenaga kependidikan dan peserta didik dikategorikan dalam kondisi sehat jasmani, jadwal dan waktu pembelajaran tatap muka yang dibagi menjadi 2 sesi, bergantian tiap hari, kelas I, II, III dan IV, V, VI, juga jumlah jam belajar yang berbatas”, beber KepSek Femy Adel Padoma.
Lanjut dikatakannya, “Kami, SDN 1 Airmadidi siap dukung program, visi dan misi Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara di bawah kepemimpinan Bupati Joune yang, S.E. dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung, S.H., M.H., khususnya di bidang pendidikan dengan meningkatkan kualitas pendidikan untuk mewujudkan Minahasa Utara yang lebih hebat dan juga upaya Pemerintah dalam penanganan Covid-19”, tukas Kepala Sekolah Femy Adel Padoma.
“Tentunya semua ini adalah adalah dambaan semua, terutama para siswa yang sangat antusias, meskipun PTMT hanya 50%, semuanya berjalan lancar para siswa menyambut gembira, namun tetap mematuhi protokol kesehatan”, tutur Femy Adel Padoma yang berharap belajar siswa kedepan bisa kembali normal dan pandemi segera berakhir.
“Dengan kembalinya PTMT, otomatis siswa bisa belajar di sekolah.
Sementara itu, untuk mengantisipasi terjadinya penularan virus Corona, kami telah menerapkan beberapa aturan sesuai dengan surat edaran, beberapa diantaranya, siswa diwajibkan mencuci tangan dan dicek suhu tubuhnya sebelum masuk ke ruang kelas dan disiplin terapkan 3M : Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak”, tambah Femy Adel Padoma.
(enol)


