Rumbani Sebut Tidak Ada Intervensi di Musda ke V KBPP Polri Sulut

Berita Utama, Manado466 Dilihat
Mario Rumbani

MANADO – Itu bukan urusan anda, dan masalah pencalonan itu domain panitia pelaksana musda bukan disini tempatnya, disini hanya membahas kesiapan panitia dalam proses penjemputan pengurus pusat dan segala yang dibutuhkan dalam musda nanti.

Hal tersebut dikatakan Ketua KBPP Polri Resor Tomohon Mario A.Rumbani, SE.saat menanggapi Sekretaris KBPP Sulut Fice Montolalu di rapat persiapan musda yang dilaksanakan di Polda Sulut, Rabu (24/11/21).

Menurut Fice sesuai arahan ketum bahwa yang lolos sebagai calon hanya dua kandidat. Mendengar hal tersebut sontak mendapat reaksi dari panitia dan para pengurus Resort.

Aroma intervensi pada pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri Daerah Sulawesi Utara (Sulut) menyeruak. Indikasi itu mengemuka pasca issu yang dilontarkan Fice Montolalu tersebut.

Selain itu juga santer ada issu terkait ‘dicoretnya’ salah satu nama calon kuat Ketua KBPP Polri. Padahal, nama yang dicoret itu sudah dipastikan bakal mengisi jabatan Ketua KBPP Polri.

Pasalnya, satu nama itu memiliki banyak dukungan dan dorongan dari anggota bahkan ketua resor KBPP Polri di jajaran Sulut.

Baca juga:  Richard Sualang Mewakili Walikota Manado Melantik Pejabat di Lingkungan Pemerintah Kota Manado

Bagaimana nama calon kuat itu dicoret, diduga karena dijegal oknum petinggi Polda Sulut.

Berhembus kabar, upaya itu dilakukan karena, oknum petinggi Polda Sulut tersebut memiliki nama untuk dicalonkan sebagai ketua KBPP Polri bahkan oknum berpangkat kombes tersebut menggerakan kasat kasat bimas untuk menjalankan misi terselubung itu.

“Informasi ini mungkin keliru dan tidak bisa dipertanggung jawabkan. Pengurus Pusat terdiri dari orang-orang hebat yang sudah terbiasa dengan proses demokrasi pasti akan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi para calon-calon untuk bertarung secara fair tapi pun jika informasi ini benar maka kami akan mempertanyakan secara langsung dalam pelaksanaan Musda nanti,” kata Rumbani, Selaasa (23/11/21).

Menurut Rumbani, bagaimana syarat untuk menjadi calon ketua, semua anak kandung yang merupakan darah daging anggota Polri memiliki hak yang sama untuk dipilih sebagai ketua, selama yang bersangkutan berkomitmen untuk membangun serta membesarkan organisasi dan mau bersinergi dengan institusi Polri.

“Perlu diketahui bahwa KBPP Polri adalah organisasi bagian dari Polri bukan mitra Polri, karna kami adalah daging Polri itu sendiri. Terkait pelaksanaan screaning yang dilaksanakan Direktorat Intelkam Polda Sulut bagi calon-calon ketua menurutnya itu sah-sah saja untuk mengetahui latar belakang calon ketua KBPP Polri Polda Sulut nantinya,” sebutnya.

Baca juga:  Pemkot Manado Gelar Ibadah Paskah Korps Pegawai Republik Indonesia

Hanya saja, itu tidak menjadi syarat mutlak dalam pencalonan. Nantinya jika dalam proses screaning didapati yang bersangkutan bukan anak polisi jelas tidak bisa maju.

“Tapi selama yang bersangkutan anak polisi tidak masalah apalagi proses screaning tidak diatur secara jelas dalam AD/ART maupun Peraturan Organisasi terkait isu bahwa Pengurus Pusat sengaja meminta dilaksanakan screaning untuk menjegal salah satu calon yang akan maju,”sebutnya.

Lebih lanjut, pria low profile yang banyak terlibat dalam organisasi-organisasi kepemudaan maupun organisasi Gereja di Kota Tomohon ini berharap pelaksanaan Musda akan berjalan dengan lancar sesuai waktu yang ditentukan.

1. Agustinus Sinaulan SE. 2. Adolfien Wangania SH 3. Hendra Abarang
4. Mecky Taliwuna. (**)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Speed News Manado di saluran WHATSAPP