
BOLSEL – Pembangunan pasar tipe C yang berdiri di lahan tanah Dumagin B yang menggunakan Anggaran pendapatan Belanja Negara (APBN) senilai Rp 5.992,619. 000,hampir mencapai enam miliar rupiah kini mubasir.
Pasalnya, pelaksanaan pembangunan pasar tersebut tidak berkelanjutan. Sesuai papan proyek pekerjaan dimulai pada tanggal 10 September 2019 dan akan selesai selama seratus sepuluh hari kerja. Namun sampai hari ini pembangunan pasar yang dikerjakan oleh PT visicom tersebut sudah tidak dilanjutkan dan akhirnya terbengkalai.
Menurut Amatan tokoh masyarakat setempat Harun Halrasid mengatakan pembangunan pasar yang berbanderol hampir enam miliar ini sangat merugikan masyarakat Dumagin.
Menurutnya, awal, dibangun masyarakat merasa sangat senang dan berharap segala aktifitas jual beli dari sektor pertanian, perkebunan dan dan kelautan akan terjadi aktifitas jual beli nantinya di pasar tersebut dan akan menambah devisa perputaran ekonomi di wilayah Dumagin Pinolosian timur.
“Tapi sangat disayangkan hingga kini masyarakat menjadi kebingungan karena pembangunan pasar tersebut kini menjadi bangunan yang menyeramkan dan dibiarkan,” ujar Harun kepada speednews, Sabtu (02/05/20).
Diduga pelaksana proyek dari PT visicom terkesan melarikan diri dan meninggalkan luka hati kepada masyarakat Dumagin. “Berhembus kabar bahwa sudah pernah dari pihak Badan pengawas atau Banwas melakukan pemeriksaan entah kenapa juga sampai saat ini tidak ada kelanjutan apa hasil dari peninjauan tersebu,” kata Harun.
Di pihak lain keluhan dari penjaga bangunan Pasar Herman Mangeke yang ditinggalkan oleh PT Visicom dengan upah perbulan Rp 750.000 kini tinggal harapan, pasalnya hanya di bayarkan sebulan selanjutnya sampai sekarang ini upahnya sudah tidak lagi dibayarkan dan sudah tertunggak 6 bulan dan pemborongnya sudah lari. (ML)


