Jelang Natal, Gas Elpiji 3 Kg di Minut Langka

Minahasa Utara257 Dilihat
Gas Elpiji 3 Kg langkah di Minahasa Utara

MINUT- menjelang hari raya Natal umat Kristen yang jatuh pada tanggal 25 Desember nanti,  stok gas LPG 3 Kg bersubsidi yang biasa digunakan masyarakat belakangan ini sangat langka ditemukan di Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

Dari pantauan langsung media ini di lapangan,  sudah seminggu lebih barang ini sulit sekali ditemukan padahal untuk memasak sebagian besar masyarakat bergantung pada tabung LPG 3 Kg. 

Bahkan masyarakat bertanya-tanya kenapa gas LPG 3 Kg sudah susah didapatkan baik warung kecil maupun agen yang bekerjasama dengan Pertamina,  hal itu seperti yang dikutip wartawan media ini dalam perbincangan ibu-ibu rumah tangga di salah satu agen gas  LPG, Selasa (28/11/17).

“Kalau pun ada harganya melonjak tajam, bahkan sampai Rp 30 ribu/tabung dibanding dengan harga eceran tertinggi (HET) pangkalan yang Rp 18 ribu. Terang pasti beli karena sangat dibutuhkan untuk memasak.  Pemerintah harus cepat mengantisipasi terkait kelangkaan gas LPG 3 Kg,  jangan-jangan ada yang menimbun Gas ini karena tidak lama lagi hari natal, “ujar Ibu Trees. 

Sementara Assisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Drs Alan Mingkid saat ditemui di kantornya mengatakan,  Pemkab lewat Bagian Perekonomian saat ini tengah melakukan monitoring untuk mengecek langsung penyebab kelangkaan tabung gas 3 kg ini.

Baca juga:  PSPD Nelayan di Likupang Dua Menjual BBM Bersubsidi Tanpa Meminta Surat Rekomendasi Yang Berlaku

“Sejak Senin (27/11) Kabag Perekonomian Tati Thayeb bersama Staf tengah melakukan monitoring untuk memantau ketersediaan gas, termasuk juga memonitor agen dan pangkalan. Hari ini mereka berada di wilayah Likupang,” jelas Mingkid.

Ditambahkan Mingkid, di Minahasa Utara (Minut) LPG 3 kilogram bersubsidi dilayani oleh 4 agen, yang terdiri dari PT Anugerah Lestari dengan jumlah pangkalan 146, PT LPG Kawan Sejahtera jumlah pangkalan 38, PT Tonsea Jaya jumlah pangkalan 74 dan PT Anita Kumayas jumlah pangkalan 53 pangkalan.

“Setiap minggunya di Minut keempat agen ini menyalurkan 40.320 tabung. Sedangkan untuk tiap bulannya disalurkan 201.600 tabung sejak Januari 2017”, ujar Mingkid.

Dikatakannya,  sebab lain disinyalir, saat dirinya mengikuti rapat perubahan subsidi LPG di Kota Makassar, terjadi pengurangan hampir 3 juta matrik ton pada Perubahan APBN-P karena terdapat kekurangan penerimaan negara,  pada proyeksi-proyeksi yang ada tidak semuanya mencapai target yang berdampak terhadap subsidi pada masyarakat.

Baca juga:  PSPD Nelayan di Likupang Dua Menjual BBM Bersubsidi Tanpa Meminta Surat Rekomendasi Yang Berlaku

“Sebenarnya langkah pengurangan subsidi ini sudah lama tercium, untuk itu sejak bulan Mei Pemkab Minut bersama PT Pertamina telah melaunching penggunaan Bright Gas 5.2 kg. Dari target sebenarnya 500 tabung bright gas, telah melampaui, karena mencapai 1432 tabung”, terang Mingkid.

Ditegaskan ya, bila didapati ada pihak pangkalan di Minut yang sengaja menjual tidak pada area yang sudah ditentukan, pihak Pemkab Minut bersama Pertamina akan menindak pangkalan tersebut dengan mencabut ijin pangkalan. Karena pada tahun ini ada pangkalan ditemukan menjual di kabupaten lain, ijin mereka langsung dicabut. Bupati juga telah menyurat ke pengusaha rumah makan yang bukan lagi UMKM pada bulan juni, menghimbau untuk menggunakan bright gas.

“Sejak launching bulan Mei, selain 1432 tabung bright gas 5.2 kg yang dipakai ASN, ada juga yang dijual salah satu agen di Minut sebanyak 1500 tabung. Jadi posisi penggunaan tabung bright gas 5.2 kg di Minut telah mencapai 1932 tabung”, jelas Mingkid.

reinold

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Speed News Manado di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *