
MINUT-Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara di bawah kepemimpinan Bupati Vonnie Anneke Panambunan dan Wakil Bupati Ir. Joppie Lengkong melalui Dinas Pangan Daerah Minahasa Utara yang di Kepalai Ir. Johana Nonce Manua hadir dalam pembukaan Peringatan Hari Pangan Sedunia ( HPS ) ke -37 tahun 2017 yang di selenggarakan di Makodam XII Tanjungpura Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat pada 19 – 22 Oktober 2017.

Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman membuka langsung peringatan Hari Pangan Sedunia ke- 37 yang mengusung tema
“Menggerakkan Generasi Muda dalam Membangun Pertanian Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia”. “Pemilihan tema ini sejalan dengan tema HPS yang ditetapkan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (Food and Agricultural Organization/FAO), yakni “Change the future of migration. Invest in food security and rural development”, ujar Menteri.

“Peringatan Hari Pangan Sedunia ( HPS ) merupakan momentum untuk fokus menguatkan peran generasi muda dalam pembangunan pertanian. Selain itu HPS kali ini juga menunjukkan kepada masyarakat dan dunia internasional akan pencapaian kemajuan pembangunan di sektor pertanian bahwa Indonesia mampu mewujudkan swasembada pangan dan keberhasilan membangun kedaulatan pangan di berbagai wilayah. Keberhasilan ini dengan menerapkan berbagai terobosan program unggulan, yaitu dengan mempermudah investor, perbaikan infrastruktur, mengubah pola tender, dan berbagai terobosan program unggulan lainnya”, jelas Menteri.

Dilaksanakan pula Seminar World Food Day 2017 dengan tema “Menggerakkan Generasi Muda untuk Membangun Pertanian di Wilayah Perbatasan”, dengan pembicara Mark Smulder perwakilan FAO, Dr. Rahadian, MS, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Dr. Hermanto MP dari PSEKP Kementan.

4 hal yang sangat membanggakan dalam HPS Tahun 2017 yaitu: Pertama, berhasil merumuskan peran generasi muda dalam pembangunan pertanian dan ketahanan pangan kedepan. Kedua, berhasil mensosialisasikan capaian pembangunan pertanian, permasalahan dan program-program yang akan dilakukan sampai tahun 2019. Ketiga, dicanangkannya kembali gerakan diversifikasi pangan sebagaimana diamanahkan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman. Keempat, berhasil meyakinkan kepada dunia, bahwa kita mampu mengekspor beras.

Kepala Dinas Pangan Daerah Minahasa Utara Ir. Johana Nonce Manua mengatakan, Modernisasi dan peningkatan peran generasi muda pada sektor pangan diharapkan dapat mewujudkan Minahasa Utara dan Indonesia pada umumnya menjadi lumbung pangan dunia tahun 2045.
“Seperti yang diharapkan presiden Joko Widodo. Pembangunan pedesaan dapat dijadikan sebagai salah satu upaya memberdayakan pemuda dengan berbagai sektor usaha produktif di bidang pertanian, hortikultura, perkebunan, perikanan, kehutanan, dan lain-lain secara modern dan inovatif “, ujar Kadis Pangan Ir. Johana Nonce Manua.

“Seminar tentang Tanaman Hidroponik, cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah, budidaya yang lebih mengutamakan air yang telah di campur dengan nutrisi. Dengan mengetahui teknik menanam Hidroponik dan mempelajari bagaimana cara untuk mempraktekkannya, kami Dinas Pangan Daerah Minahasa Utara akan coba menerapkan dan mempraktekkannya di Minahasa Utara”, tambah Manua.

Berbagai rangkaian kegiatan HPS mulai dari Pameran yang diikuti 197 stand Kementerian dan Lembaga terkait, BUMN, pemerintah daerah, termasuk didalamnya stand provinsi Sulawesi Utara dengan tema “Sehat dengan Makanan Lokal”, organisasi internasional dan perusahaan swasta di bidang pangan pertanian, 28 stand Alsintan, serta 56 stand bazar dan kuliner telah terlaksana dengan sukses.
Selain itu kehadiran 10 duta besar negara sahabat dan perwakilan diplomatik organisasi internasional dalam tour diplomatik membawa arti penting dalam memperkenalkan budaya Indonesia di tingkat internasional serta menarik investasi dari luar negeri untuk pembangunan pertanian.
Liputankhusus/reinold

