
GUNA mendapatkan langsung keluhan dan aspirasi rakyat Sulawesi Utara (Sulut), Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulut menggelar Agenda Reses II di Tahun 2017 di Daerah Pilihan (Dapil) masing-masing.
Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, melakukan agenda Reses II Tahun 2017 di Kelurahan Karombasan Selatan,Kecamatan Wanea.
Dalam agenda reses legislator Dapil Manado ini, begitu banyak aspirasi masyarakat serta keluhan yang disampaikan. Seperti lampu jalan, perbaikan drainase, begitu pun dengan pembagian Beras Miskin (Raskin), dimana masyarakat inginkan adanya pemerataan.

Lain halnya keluhan masyarakat dalam reses anggota DPRD Sulut Amir Liputo, yang dilakukan di Hotel Bersehati Kelurahan Lawangirung Kecamatan Wenang, Senin (18/9/17).
Yang menjadi keluhan masyarakat diantaranya, terkait realisasi dana banjir yang belum di terima yang berhak menerima saat bencana banjir bandang lalu. Adapun keluhan lain terkait pemadaman listrik oleh PLN, kemacetan dan masyarakat meminta untuk peningkatan prasrana jalan. Adapun keluhan dengan rumah huni masyarakat kurang mampu, serta bantuan bagi warga nelayan.
Dalam reses anggota DPRD Sulut Dapil Tomohon-Minahasa Lucia Taroreh yang dilakukan Kelurahan Paslaten I Kecamatan Tomohon Timur, Selasa (19/9/17). Mendapatkan keluhan terkait pelebaran jalan Tomohon-Manado,BPJS dan infrastruktur serta pengelolaan Pariwisata.

” Ada beberapa tempat yang melakukan pelebaran, memang selalu reses ruas jalan tmohon manado jadi sorotan, mudah-mudahan tahun depan akan ini menjadi perhatian pemerintah provinsi untuk langsung di adakan pelebaran. Begitu pun dengan program BPJS, semua menjadi “pungkas Lucia Taroreh.
Sementara Jenny Marho Mumek, legislator DPRD Sulut Dapil Minahasa-Tomohon ini menggelar Reses II di Desa Kamanga I,Kec Tompaso,Rabu (20/09/17).

Dalam reses itu, masyarakat memberikan aspirasi mengenai jalan yang ada di Toure, dimana bisa di lihat itu merupakan jalan akses ke perkebunan dan juga merupakan jalan penghubung antara desa Toure dan Desa Kamanga,
“Sudah dari dulu masyarakat mengelukan akses jalan ini, tapi pemerintah tidak sama sekali merespon apa yang menjadi keluhan masyarakat yang ada,”pungkas Wenas.
Tidak hanya akses jalan Toure –Kamanga, masyarakat mengeluhkan mengenai adanya PT Pertamina Geotermaral Energy (PGE) area Lahendong, yang sudah Lima tahun ada di Kec Tompaso, dan sampai saat ini dari Pihak PGE tidak teransparan kepada warga,
“PGE sendiri tidak transparan mengenai CSR, sedangkan masyarakat perlu adanya uluran tangan bantuan dari PGE,”Keluh Eddy
Menanggapi apa yang menjadi aspirasi Masyarakat, Jein Sendiri Mengatakan untuk akses jalan Toure – Kamanga itu nanti akan di tindak lanjuti.

“Saya akan usahakan untuk membicarakan akses jalan ini, kepada Pemerintah Provinsi. Untuk dampak-dampak negatif terkait pengoboran dan CSR serta tenaga Kerja, buatlah surat secara resmi yang di tujukan ke pemerintahan Provinsi agar bisa di tindaklanjuti secepat mungkin,”tutur jein Mumek.
Liputankhusus/Advetorial


