Melalui KKT ke-115, Mahasiswa Unsrat Lakukan Pengabdian Untuk Masyarakat Desa Kobo Kecil

Sulut239 Dilihat
KKT ke-115 Mahasiswa Unsrat di Desa Kobo Kecil Kota Kotamobagu

MAHASISWA Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Lakukan Kuliah Kerja Terpadu (KKT) ke-115, bertempat di Desa Kobo Kecil, Kecamatan Kotamobagu Timur Kota Kotamobagu.

Menurut koordinatoor posko desa Kobo Kecil, Putu Wira, kegiatan KKT itu sendiri adalah bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat, oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu.

Dikatakannya, Program KKT ini sudah sejak lama dilakukan oleh Universitas Sam Ratulangi, sebagai salah satu bagian dari Tri Dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian diri pada masyarakat.

“Setiap mahasiswa tingkat akhir wajib mengikuti program KKT ini sebelum melakukan penyusunan skripsi. Kali ini merupakan KKT ke-115 yang dilakukan oleh Unsrat, dan salah satu yang menjadi tempat pelaksanaan adalah desa Kobo Kecil,”ujar Koordinatoor Posko Putu Wira, Senin (10/07/17).

Lanjutnya, mereka akan mengabdikan diri selama hampir sebulan di desa tersebut.

“Kami beranggotakan 12 orang dan akan berada didesa ini selama 23 hari, mulai dari tanggal 6 sampai dengan 29 Juli 2017,” ujar Putu Wira.

Putu Wira juga menambahan, ada beberapa program kerja yang akan mereka lakukan ditempat KKT diantaranya, program kerja tematik dan non tematik.

Dijelaskan Mahasiswa Kedokteran ini, Program kerja tematik seperti pembuatan sistem informasi desa berupa website desa, sedangkan program kerja non tematik berupa sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), sosialisasi pendampingan dana desa, program olahraga, bakti sosial, cek kesehatan gratis, dan lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di desa Kobo Kecil.

“Kami mahasiswa Unsrat hadir ditengah desa untuk membawa misi kampus yakni pengabdian kepada masyarakat, serta membantu program Pemerintah dalam penguatan desa. Kami juga berharap program yang kami lakukan nanti, dapat membantu dan bermanfaat bagi warga desa Kobo Kecil,” tandas Putu Wira seorang Mahasiswa jurusan Kedokteran ini.

Sementara itu seorang anggota Posko Made Sudana mengatakan, pihaknya mengaku senang berada di desa Kobo Kecil, dan melihat transparansi dana desa di desa tersebut sudah sangat baik dan terbuka untuk umum, sehingga baik menjadi percontohan oleh desa lain.

“Kami sangat senang disini, warga menyambut kami dengan baik begitupun dengan perangkat desa yang selalu support untuk mensukseskan program – program yang akan kami jalankan nanti,” ucap Made yang merupakan mahasiswa jurusan Ekonomi.

(*/romel)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Speed News Manado di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *